beritacepat.net|BELTIM – Suasana di halaman Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Belitung Timur mendadak berubah menjadi lautan manusia yang riuh bergemuruh. Minggu (6/9/2026).
Teriakan histeris, gelak tawa penonton hingga ketegangan yang memacu adrenalin sukses memecah keheningan Kota Manggar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonnesia.
Bukan karena ada orasi politik yang menegangkan, melainkan karena DPC PDIP Belitung Timur menggelar Pesta Rakyat super heboh yang menyajikan deretan perlombaan tradisional paling seru, ekstrem, dan mengocok perut!
Pantauan di lokasi ratusan kader, simpatisan hingga warga sekitar dari berbagai desa tumpah ruah tanpa sekat demi memperebutkan gelar juara di panggung Agustusan paling bergengsi tahun ini.
Kejutan besar terjadi di tengah-tengah acara saat para jurnalis yang awalnya sibuk meliput dan mencatat berita, mendadak “ditantang” untuk meletakkan alat kerja mereka.
Tanpa canggung, para kuli tinta ini langsung berbaur masuk ke arena kompetisi untuk mengikuti salah satu lomba paling menegangkan: Lomba Berebut Kursi.
Saat musik dimainkan, ketegangan langsung memuncak, para wartawan tampak mengitari lingkaran kursi dengan mata waspada, begitu musik dihentikan mendadak, drama saling geser dan rebutan kursi tak terhindarkan hingga memicu gelak tawa luar biasa dari penonton.
Namun, kejutan sesungguhnya terjadi di babak final setelah menumbangkan satu per satu peserta tangguh lainnya,
Ketua DPC PDIP Belitung Timur sekaligus Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja, secara mengejutkan keluar sebagai juara utama dengan ketangkasan dan refleks kilatnya, sang pimpinan legislatif sukses menduduki kursi terakhir di detik-detik paling krusial, memicu sorak-sorai gemuruh seluruh kader partai dan warga yang menonton.
Selain drama rebutan kursi yang epik, kemeriahan sudah menyengat sejak kompetisi Balap Karung dimulai menggunakan karung goni tebal, para peserta tampak melompat zig-zag hingga terpelanting demi mencapai garis finis tercepat.
Tidak kalah seru, konsentrasi tingkat dewa juga diuji dalam lomba Makan Biskuit di wajah serta lomba Makan Kerupuk yang dipadati anak-anak dan emak-emak.
“Ini baru namanya merdeka! Tidak ada sekat antara pejabat, wartawan, dan masyarakat semua tertawa bersama., kami sengaja membaur total agar esensi gotong royong di Belitung Timur ini benar-benar hidup,” ujar salah satu kader saat Fezzi Uktolseja usai memenangkan perlombaan tersebut.
Daya tarik utama yang paling ditunggu-tunggu adalah kompetisi Panjat Pinang., batang pohon pinang menjulang tinggi yang telah dilumuri minyak pelicin menjadi ujian berat bagi kerja sama tim.
Merosot berulang kali saling injak bahu hingga tubuh yang dipenuhi pelumas tidak menyurutkan semangat para peserta demi merengkuh berbagai hadiah menarik yang bergelantungan di puncak.
Ketegangan demi ketegangan ini ditutup dengan sorak-sorai kemenangan saat bendera merah putih di puncak pinang berhasil dikibarkan.
Kemeriahan pesta rakyat ini dilengkapi berbagai lomba menarik lainnya yang membuat atmosfer perayaan kemerdekaan di DPC PDIP Belitung Timur menjadi momen tak terlupakan.
Acara ini berhasil menjadi bukti nyata di tengah dinamika daerah, persatuan rakyat lewat media permainan tradisional tetap menjadi magnet nomor satu yang tak tertandingi.
(Venno).
