Prajurit Yonif TP 845/KS Siap Amankan Koridor Belitung Timur dari Karhutla

beritacepat.net |BELTIM – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A. menegaskan jajaran prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam harus menjadi kekuatan penindak yang adaptif dan solutif.

Hal tersebut disampaikan Pangdam saat memberikan keterangan pers (doorstop) kepada awak media usai menginspeksi kesiapan Posko Karhutla di Kantor BPBD Belitung Timur, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kamis (24/9/2026).

Di hadapan para jurnalis didampingi oleh Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Safii Tanjung, Mayjen TNI Ujang Darwis, menjabarkan poin-poin krusial terkait pola operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah teritorial pesisir.

“Saya instruksikan langsung kepada seluruh personel Satgas Yonif TP 845/KS di posko taktis ini, respons terhadap munculnya titik panas (hotspot) harus dalam hitungan menit, begitu ada laporan indikasi api langsung bergerak ke titik koordinat, jangan pernah menunggu api membesar baru melakukan penanganan,” ujar Pangdam II/Sriwijaya.

Lebih lanjut jenderal bintang dua tersebut menjelaskan bahwa peninjauannya kali ini bertujuan untuk memastikan kelaikan penuh alutsista non-tempur pendukung, seperti mesin pompa portable, peralatan taktis evakuasi, dan jalur komunikasi mitigasi udara.

Dia juga menyampaikan, jaminan kesiapan alat penunjang operasional dinilai esensial agar prajurit dapat bekerja dengan tingkat keamanan optimal dan efektif di lapangan.

Pangdam menitipkan pesan humanis melalui media massa agar para prajurit di lapangan terus memperkuat fungsi pembinaan teritorial secara persuasif.

“Sembari patroli fisik, edukasi warga dan pelaku usaha perkebunan setempat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, pencegahan berbasis kesadaran masyarakat jauh lebih utama,” tambahnya.

Menutup sesi wawancara pencegatan tersebut, Pangdam II/Sriwijaya menyampaikan apresiasi atas sinergitas erat yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkab Belitung Timur, Forkopimda dan BPBD setempat.

Kehadiran posko terpadu ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat lokal sekaligus mempertahankan wilayah Belitung Timur bebas dari kepungan kabut asap sepanjang sisa tahun anggaran 2026.

Disisi lain, merespons instruksi komando tersebut, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 845/Ksatria Satam Letkol Inf Barlian Prabowo, S.H., M.H., M.Han., menyatakan kesiapan penuh seluruh jajaran pasukannya untuk tegak lurus mengamankan koridor Belitung Timur dan pastikan integrasi patroli fisik di lapangan pemantauan teknologi bersama BPBD berjalan tanpa jeda demi melindungi perkebunan warga serta kawasan hutan dari ancaman titik api. (Venno).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *