Triple S Hadirkan Kompetisi Grassroots untuk Lahirkan Talenta Muda Berprestasi

beritacepat.net | KOTA TANGERANG – Komitmen dalam membangun fondasi sepak bola nasional sejak usia dini diwujudkan melalui penyelenggaraan Grassroots Series 1 yang digagas oleh Triple S (Sekolah Sepak Bola/SSB).

Kompetisi pembinaan ini menjadi momentum penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan atlet muda yang berorientasi pada pembentukan karakter, peningkatan kualitas teknik serta regenerasi pesepak bola menuju jenjang profesional.

Kegiatan turnamen membawa tema Tunjukkan Talentamu, Bangun Mental, Jiwa Sportif, dan Raih Prestasi Sejati, digelar secara rutin sebagai agenda pembinaan berkelanjutan.

Seri perdana ini dilaksanakan di Lapangan GMKS Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Kompetisi dibagi ke dalam dua tahap pelaksanaan, tahap pertama berlangsung pada Minggu 19 Juli 2026, untuk kelompok usia 9 tahun dan 11 tahun, sedangkan tahap kedua akan digelar pada Minggu 26 Juli 2026, bagi kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun.

Ketua Panitia Penyelenggara, Karel, menjelaskan bahwa seluruh konsep penyelenggaraan telah disusun secara profesional dengan mengedepankan prinsip pembinaan usia dini yang terukur, objektif dan berkeadilan.

“Kami ingin membangun kompetisi yang benar-benar menjadi wadah pembinaan bukan sekadar mengejar hasil pertandingan karena itu, seluruh peserta wajib mengikuti kategori usia yang sebenarnya, tidak ada toleransi perpindahan kategori demi menjaga keadilan kompetisi dan perkembangan atlet sesuai tahapan usianya,” ujar Karel,Minggu (19/7/2026).

Dia menambahkan, pada pelaksanaan seri pertama setiap kategori usia diikuti oleh 12 tim yang berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola di Kota Tangerang.

Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembinaan sepak bola sejak usia dini.

Selain menjunjung tinggi kualitas kompetisi Ketua Panitia juga menngungkapkan komitmennya terhadap nilai-nilai fair play, seluruh pertandingan akan dipimpin secara profesional tanpa adanya perlakuan khusus terhadap tim tertentu.

“Sportivitas adalah harga mati tidak ada tim yang diprioritaskan, semua peserta memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tegasnya.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur masyarakat dan aparatur kewilayahan, mulai dari RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga tokoh masyarakat setempat yang memberikan dukungan penuh demi terselenggaranya kompetisi secara aman, tertib dan kondusif.

Juara Turnamen ketiga dari SSB Putra Ciledug,yang dibina Pelatih Sunandar,menilai bahwa pembinaan usia dini tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis pemain tetapi juga harus didukung oleh kualitas sarana dan prasarana olahraga yang memadai.

“Lapangan yang baik akan memberikan kenyamanan bagi anak-anak dalam mengembangkan kemampuan bermain, selain teknik mereka juga harus belajar bekerja sama dalam tim, memahami disiplin komunikasi dan mengendalikan ego,” tambahnya.

“Pembinaan usia dini tentu membutuhkan kesabaran, konsistensi serta lingkungan yang mendukung,” ungkap Pelatih SSB Putra Ciledug Sunandar

Menurut Sunandar, selama ini sektor swasta cukup aktif menyelenggarakan berbagai kompetisi pembinaan, namun dia berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran yang lebih besar dalam membangun sistem kompetisi berjenjang bagi anak-anak.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan kompetisi grassroots secara rutin hingga tingkat sekolah dasar di setiap kecamatan, dari kompetisi yang berkesinambungan inilah bibit-bibit atlet nasional akan lahir dan berkembang secara sistematis,” katanya.

Lebih jauh, Grassroots Series 1 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga menjadi laboratorium pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, integritas serta sportivitas.

Pembinaan yang berkesinambungan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, penyelenggara optimistis kompetisi ini akan melahirkan talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional hingga internasional sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masa depan sepak bola Indonesia yang lebih kompetitif dan berprestasi.

Penulis : Rohim.
Editor : Edward. AN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *