beritacepat.net |
TANGERANG SELATAN – Deden Deni,SE,S.AP.,MM.,MA,
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan resmi mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR), Senin (7/9/2026).
Langkah darurat ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai berdampak ke wilayah Tangsel.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/5613/Dikbud/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh Sebagai Langkah Kesiapsiagaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Instruksi PJJ berlaku sehari penuh untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga Pendidikan Kesetaraan di lingkungan Pemkot Tangsel,” ujar Kadisdik Tangsel Deden Deni.
Kebijakan ini diprioritaskan lanjut Deden, untuk melindungi kesehatan serta keselamatan para siswa dari paparan abu vulkanik tanpa mengorbankan hak mereka mendapatkan layanan pendidikan.
Pihak Dikbud Tangsel terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, pantauan terhadap Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan arah sebaran abu vulkanik akan menjadi penentu utama apakah PJJ diperpanjang atau sekolah bisa kembali dibuka secara tatap muka.
Para kepala sekolah diwajibkan memastikan PJJ berlangsung efektif melalui platform digital seperti Google Classroom atau LMS sekolah, sekaligus melaporkan rekapitulasi keikutsertaan siswa dan guru secara berkala.
Di sisi lain, para orang tua dihimbau ketat untuk mendampingi dan mengawasi anak-anak mereka selama belajar di rumah.
Penulis : Ali Nasution.
Editor : Edward. AN.
